Bisnis Kreatif: Rumah Rajut
Kreativitas bukanlah sebuah bim salabim, yang bisa terwujud begitu saja. Perlu usaha, belajar, kerja keras, ketekunan, ketelitian dan kecintaan. Tanpa itu semua, mustahil orang dapat berkreasi membuat apapun wujud kreatifitas itu. Salah satu kegiatan kreatif itu adalah merajut. Namun, rasanya menjadi sayang jika kreativitas atau ketrampilan itu berhenti di tempat, akan lebih baik jika kita mampu mengembangkannya menjadi sebuah bisnis terpadu, yaitu dengan membuat rumah rajut.
Rumah rajut adalah sebuah bentuk usaha yang dapat kita jalankan seorang diri ataupun bersama relasi/kawan. Usaha ini tentu saja berkaitan dengan dunia rajut merajut, sebuah ketrampilan yang tidak semua orang mampu melakukannya. Sebab, diperlukan hal-hal khusus untuk merajut, termasuk peralatan, perlengkapannya dan teknik-teknik melakukannya.
Tebar Ilmu Menuai Rupiah
Belajar sesuatu kepada ahlinya adalah yang terbaik untuk mendapatkan ilmu yang terbaik pula, maka hasil akhirnya nanti pun kita berharap mendapat yang terbaik. Itulah, salah satu alasan kita membuka usaha kursus dengan nama rumah rajut.
Pertama-tama kita harus menentukan terlebih dahulu, tentang waktu kursus, biaya kursus, para pengajarnya, kurikulum kursus, materi kursus, perlengkapan dan peralatan kusus, dan terakhir teknis pendaftaran anggota kursus.
Waktu kursus dapat kita buat dengan jadwal yang sudah baku, atau kita sediakan juga jadwal khusus yang diatur sendiri oleh anggota kursus dengan ketentuan kita memiliki tenaga pengajar yang cukup. Selain itu, dengan memberi layanan kursus privat yang waktu dan tempatnya ditentukan sendiri oleh calon anggota kursus, maka tarif kursus dengan harga khusus yang nilainya lebih tinggi dari biaya kursus regular atau normal, dapat kita kenakan pada mereka.
Biaya kursus pun perlu kita tetapkan dengan cermat dan rinci. Selain besaran biayanya, tentukan pula cara pembayarannya. Apakah langsung dibayar lunas saat awal mendaftar ataukah boleh dicicil pembayarannya. Apakah biaya kursus dikenakan hanya murni untuk pembayaran kursus ataukah termasuk perlengkapan dan penggunaan peralatan kursus. Jika memang, perlengkapan kursus wajib dibawa sendiri oleh peserta kursus, tak ada salahnya juga jika kita menjual atau menyediakan perlengkapan tersebut.
Berikutnya adalah tenaga pengajar yang harus kita persiapkan dengan baik. Tenaga pengajar haruslah orang yang telaten, sabar, dan jelas dalam memberikan arahan atau pengajaran. Jika memang rumah rajut, kursus yang kita buka, belum begitu banyak pesertanya, maka akan lebih baik jika kita sendiri yang menjadi pengajarnya. Tekankan pula pada para pengajar, bahwa tidak semua orang memiliki bakat dalam hal merajut. Tetapi bagaimana pun karakter peserta kursus, si pengajar harus mampu menjadikannya bisa merajut meski belum dapat menjadi ahli.
Kurikulum dan materi kursus juga menjadi hal utama yang harus diperhatikan. Kita harus mengetahui tahap demi tahap materi yang diajarkan. Dengan sistematika yang bagus, peserta kursus akan dapat menguasai materi dengan cepat serta baik juga. Bukankah jika para peserta merasa mendapat ilmu yang baik dan bermanfaat, mereka akan menularkan informasi tersebut pada kenalan ataupun teman-temannya.
Rumah Rajut Selain Kursus, Jadi Toko pun Bisa
Selain untuk tempat kursus, rumah rajut ini dapat kita gunakan sebagai toko maupun galeri. Toko disini adalah menjual berbagai perlengkapan dan peralatan untuk merajut, atau jika memungkinkan kita juga dapat menjual berbagai keperluan seputar jahit menjahit dan kerajinan tangan.
Yang istimewa lagi, kita pun dapat menjadikan rumah rajut sebagai galeri. Ya, layaknya galeri lukisan yang menjual dan memajang lukisan. Rumah rajut pun dapat menjadi galeri sebagai tempat untuk memamerkan, menjual ataupun untuk mengelola sebuah pameran hasil rajut.
Mari, merajut mimpi di rumah rajut!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar