Kau Puntung
Sehelai asapmu mengentalkan sesak yang nyinyir
dan tembakau memiliki rohmu
menebar jala bergelombang
di bawah rindang pohon bunga desember
mempermainkan bayangbayang batu karang
Kau, puntung
terlalu banyak merokok
pembuluh darahmu membenamkan otak
menggiring ginjal
yang bercinta sebentar dengan mata dan jantung
tenggelam dalam rahim basi
berpenyakitan
mungkin, memang mati
yang kau cari
sehingga mudah
kau membuka mulut tuhan
menjelma cerita sejarah tentang
tololnya manusia menerima candu
kelak,
Seorang istri menjemput suaminya
dengan lubang yang makin membesar
di dadanya
Malang, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar